Home > Sejarah Gudeg
 
 
 

Sejarah Gudeg

Selamat Datang di www.pusatgudegkaleng.info Pusat Gudeg Khas Jogja Bercita rasa tinggi, praktis,higienis dan tahan lama. Harga Nego untuk pembelian paket besar

 

Bagi Anda yang belum tau sejarah Gudeg makanan khas Jogja. Yuuk kita baca artikel di bawah ini !

Apakah anda salah seorang penggemar gudeg ? Jika iya, tentu tidak asing dengan makanan yang sangat populer di Yogyakarta ini. Selain unik dan menarik secara sisi kulinernya, asal muasal sejarah kemunculan masakan berasa manis ini juga sangat panjang. “Gudeg sudah ada sejak 1819-1820. Dalam Serat Chentini menyebutkan gudeg sudah menjadi masakan merakyat di Jawa, termasuk Yogya,” ujar Prof Murdijanto Gardjito, ahli gizi Puat Kajian Makanan Tradisional UGM dalam diskusi ‘Yogya Kota Gudeg’ di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM, Selasa (24/1).

 Diskusi ‘Yogya Kota Gudeg’ dihadiri Bupati Sleman Drs Sri Purnomo, Dr Erni Harmayani (Faperta UGM), Prof Dr Mohammad Na’iem (F. Kehutanan), Prof Dr dr Sutaryo SpAK (FK), perwakilan Balai POM, gudeg Bu Lies Wijilan, Asmindo, perajin mebel kayu nangka, gudeg Djuminten, gudeg Achmad, dan sejumlah ahli UGM.

Prof Murdijanto Gardjito menjelaskan, kemunculan gudeg sebagai masakan saat itu tanpa sengaja. Pada saat penjajahan, beberapa komoditas pertanian menjadi andalan pemasukan keuangan pemerintah, terutama jati. Sedangkan nagka tidak menjadi incaran karena dinilai tidak memiliki nilai jual ekonomis. Padahal nangka termasuk tanaman merakyat dan hampir semua orang mempunyainya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah kolonial penjajah memberikan keleluasaan warga untuk memanfaatkannya. Sehingga, apapun produk tanaman nangka mendominasi perabot warga, termasuk masakan. Seiring perkembangan zaman, tanaman nangka mulai dilirik banyak masyarakat dan pemerintah. Apalagi, dari sejumlah penelitian menyebutkan, beragam manfaat terbukti tanaman nangka memiliki keunggulan, dari daun, batang sampai buahnya. Kandungan gizi dari nangka juga cukup bagus.

Dr Eni Harmayani pun mengakui jika tanaman nangka memiliki nilai jual ekonomis tinggi. Kandungan gizi masakan gudeg cukup bagus. Adanya teknologi menjadikan gudeg pun siap dijual di luar negeri. Meski begitu, diakuinya memang membutuhkan sarana dan prasarana pendukung agar go international ini terwujud. “Saat ini sudah ada produksi gudeg kemasan kaleng, tapi produksinya masih terbatas. Semoga kedepan bisa dikembangkan lebih maksimal, “ujar Eni. Kendala produksi gudeg kemasan, mulai dari perizinan, bahan baku sampai alat produksi yang tidak murah. 

Jatu Dwi Kumalasari, ‘Owner’ Gudeg Bu Tjitro 1925, mengatakan, gudeg memang telah menjadi ikon Kota Jogya. Karena itu, perlu dikembangkan makin baik. Sebagai salah satu produsen gudeg kalengan, ia mengatakan, proses produksi gudeg memang membutuhkan kecermatan agar citarasa masakan tetap terjaga. “Saat ini gudeg Bu Tjitro 1925 bisa dinikmati oleh siapapun dimanapun berada. Produksi gudeg kemasan kaleng yang bermitra dengan LIPI ini sudah dipasarkan di Jakarta, Bandung, Kalimantan, bahkan sampai Singapura. Baru-baru ini, kami mendapatkan pesanan dari London, Inggris,”ungkap Jatu Dwi Kumalasari. 

Sumber : Kedaulatan Rakyat, Rabu 25 Januari 2012


 Bagi Anda yang belum pernah makan gudeg

Cobain GUDEG KALENG BU TJITRO

"Dijamin Anda Pasti Puas"

Dapatkan Harga Diskon !!!

 

1 Gudeg kaleng 210 g Rp. 27.000,-

 

 

Pemesanan Melalui SMS :

081 380 727 717

atau Email ke

harmanto_e@yahoo.com

Format : Nama_Rincian Order_Alamat

 
 
 
GUDEG KALENG BU TJITRO 1925
Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI